Total Tayangan Laman

Rabu, 25 November 2015

Dokter Sudarmono

Informasi Umum
Tentang Dokter Who am I?
According to my Birth Certificate, my name is Sudarmono and you call me Masdhar.

Born in Kudus, March 10, 1968 and experienced a period
of growth in 4 places that are all very impressive. The first eighteen years in Kudus until high school graduation, Yogyakarta in seven years to study at Gadjah Mada University (Medicine Department) . Third place is the City of Karangasem, Bali Province, where I live for four years, Fourth place is the city of Temanggung where I live up to now since 1999 with my wife , 2 sons and 1 daughter.

I was working as :
Civil Service
Physician
Entrepreneur
Motivational Speaker

I’m just an ordinary person who want to share everything about health, business , motivation, experience of life, etc.
You can also visit my home at: Jl. Gatot Subroto 13 Temanggung 56223. My home open everyday 24 hours for everyone.
Please come to me.
Best Regards
Sudarmono
Tertarik Pada Perempuan
Status Hubungan Sudah Menikah
Jenis Kelamin Laki-laki
Informasi Kontak
Situs Web
http://www.sudarmono.com


70 TAHUN BERDOA

Ada seorang kakek yang tinggal di India. Umurnya
sudah lebih dari 70 th. Sepanjang hidupnya selama
70 th itu, ia gunakan untuk menyembah berhala dari
batu. Setiap hari ia begitu taat menyembah tuhannya itu.
Suatu ketika, kakek ini punya suatu keinginan. Ia pun kemudian
mendatangi tuhannya seraya memohon agar doa‘nya dapat
dikabulkan.
“Oh, tuhanku Latta. Oh tuhanku Uzza. Tujuh puluh tahun aku terus
menerus menyembahmu. Selama itu, tak ada sesuatupun yang
aku mohonkan kepadamu. Sekarang, aku ada permohonan
kepadamu. Mohon, kabulkanlah permohonanku ini”.
Kakek itu memohon sambil merengek-rengek kepada Latta dan
Uzza kiranya doa‘nya dapat dikabulkan. Demikian seterusnya
dia lakukan. Setelah sampai tujuh puluh kali doa‘ itu ia panjatkan,
tak ada sedikitpun pengabulan dari berhala tuhannya yang ia
peroleh. Maka kakek itu sedih sekali dan akhirnya putus asa.
Dalam keputusasaannya itu, ternyata Allah SWT memberi
hidayah kepada kakek. Hati sang kakek dilapangkan oleh Allah,
dan sang kakek segera sadar akan kekeliruannya selama ini.
Gantilah kakek itu berdoa‘ kepada Allah SWT .
“ Ya Allah SWT, baru sekarang aku menghadap-Mu. Aku
memohon ssuatu kepada-Mu. Kabulkanlah, ya Allah SWT,
permohonanku ini “.
Selesai kakek itu bermunajat kepada Allah SWT, maka sesaat
kemudian ia mendengar jawban dari Allah SWT.
“ Wahai hamba-Ku, mintalah kamu kepada-Ku, niscaya Aku akan
memberimu “.
Waktu para malaikat mendengar jawaban yang diberikan Allah
SWT kepada sang kakek, maka gemparlah para malaikat.
“ Ya Allah SWT, tujuh puluh tahun lamanya orang itu musyrik
dan menyembah berhala. Dan telah tujuh puluh kali pula ia telah
memohon kepada berhalanya agar dikabulkan permohonannya,
namun itu tidak terjadi. Sekarang, ia baru sekali saja berdoa`
kepada-Mu, mengapa Engkau kabulkan permohonannya itu ?”
Mendengar pertanyaan para malaikat itu, maka Allah SWT
segera memberi penjelasan.
“ Wahai para malaikat, jika berhala yang benda mati itu tidak
bisa mengabulkan permohonannya dan Aku-pun juga tidak, lalu
dimana letak perbedaannya antara Aku dan berhala itu ?”
============================================
Sumber artikel, dari buku:
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi. Yogyakarta: Idea Press. Volume 2. Hal. 347-348. ISBN 978-6028-686-938.


KOPI ASIN

Dia bertemu dengan gadis itu di sebuah pesta, gadis
yang menakjubkan. Banyak pria berusaha
mendekatinya. Sedangkan dia sendiri hanya seorang
laki-laki biasa. Tak ada yang begitu menghiraukannya. Saat pesta
telah usai, dia mengundang gadis itu untuk minum kopi
bersamanya. Walaupun terkejut dengan undangan yang
mendadak, si gadis tidak mau mengecewakannya.
Mereka berdua duduk di sebuah kedai kopi yang nyaman. Si
laki-laki begitu gugup untuk mengatakan sesuatu, sedangkan
sang gadis merasa sangat tidak nyaman.
“Ayolah, cepat. Aku ingin segera pulang”, kata sang gadis dalam
hatinya.
Tiba-tiba si laki-laki berkata pada pelayan, “Tolong ambilkan
saya garam. Saya ingin membubuhkan dalam kopi saya.”
Semua orang memandang dan melihat aneh padanya. Mukanya
kontan menjadi merah, tapi ia tetap mengambil dan
membubuhkan garam dalam kopi serta meminum kopinya.
Sang gadis bertanya dengan penuh rasa ingin tahu kepadanya,
“Kebiasaanmu kok sangat aneh?”.
“Saat aku masih kecil, aku tinggal di dekat laut. Aku sangat suka
bermain-main di laut, di mana aku bisa merasakan laut.. asin
dan pahit. Sama seperti rasa kopi ini”, jawab si laki-laki.
“Sekarang, tiap kali aku minum kopi asin, aku jadi teringat akan
masa kecilku, tanah kelahiranku. Aku sangat merindukan
kampung halamanku, rindu kedua orangtuaku yang masih
tinggal di sana”, lanjutnya dengan mata berlinang.
Sang gadis begitu terenyuh. Itu adalah hal sangat menyentuh
hati. Perasaan yang begitu dalam dari seorang laki-laki yang
mengungkapkan kerinduan akan kampung halamannya. Ia pasti
seorang yang mencintai dan begitu peduli akan rumah dan
keluarganya. Ia pasti mempunyai rasa tanggung jawab akan
tempat tinggalnya. Kemudian sang gadis memulai
pembicaraan, mulai bercerita tentang tempat tinggalnya yang
jauh, masa kecilnya, keluarganya... Pembicaraan yang sangat
menarik bagi mereka berdua. Dan itu juga merupakan awal yang
indah dari kisah cinta mereka.
Mereka terus menjalin hubungan. Sang gadis menyadari bahwa
ia adalah laki-laki idaman baginya. Ia begitu toleran, baik hati,
hangat, penuh perhatian.. pokoknya ia adalah pria baik yang
hampir saja diabaikan begitu saja. Untung saja ada kopi asin !
Cerita berlanjut seperti tiap kisah cinta yang indah: sang putri
menikah dengan sang pangeran, dan mereka hidup bahagia...
Dan, tiap ia membuatkan suaminya secangkir kopi, ia
membubuhkan sedikit garam didalamnya, karena ia tahu itulah
kesukaan suaminya.

Setelah 40 tahun berlalu, si laki-laki meninggal dunia. Ia
meninggalkan sepucuk surat bagi istrinya:
“Sayangku, maafkanlah aku. Maafkan kebohongan yang telah
aku buat sepanjang hidupku. Ini adalah satu-satunya
kebohonganku padamu - tentang kopi asin. Kamu ingat kan saat
kita pertama kali berkencan? Aku sangat gugup waktu itu.
Sebenarnya aku menginginkan sedikit gula. Tapi aku malah
mengatakan garam. Waktu itu aku ingin membatalkannya, tapi
aku tak sanggup, maka aku biarkan saja semuanya. Aku tak
pernah mengira kalau hal itu malah menjadi awal pembicaraan
kita. Aku telah mencoba untuk mengatakan yang sebenarnya
kepadamu. Aku telah mencobanya beberapa kali dalam hidupku,
tapi aku begitu takut untuk melakukannya, karena aku telah
berjanji untuk tidak menyembunyikan apapun darimu... Sekarang
aku sedang sekarat. Tidak ada lagi yang dapat aku khawatirkan,
maka aku akan mengatakan ini padamu: Aku tidak menyukai
kopi yang asin. Tapi sejak aku mengenalmu, aku selalu minum
kopi yang rasanya asin sepanjang hidupku. Aku tidak pernah
menyesal atas semua yang telah aku lakukan padamu. Aku tidak
pernah menyesali semuanya. Dapat berada disampingmu adalah
kebahagiaan terbesar dalam hidupku. Jika aku punya kesempatan
untuk menjalani hidup sekali lagi, aku tetap akan berusaha
mengenalmu dan menjadikanmu istriku walaupun aku harus
minum kopi asin lagi.”
Sambil membaca, airmatanya membasahi surat itu.
Suatu hari seseorang menanyainya, “Bagaimana rasa kopi asin?”
Ia menjawab, “Rasanya begitu manis.”
============================================
Sumber artikel, dari buku:
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi. Yogyakarta: Idea Press. Volume 2. Hal. 307-309. ISBN 978-6028-686-938.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERGABUNG BERSAMA BLOGGER DAN E-P MARKETING PALING TOP

@tokoarb - WEBSTA