Total Tayangan Laman

Minggu, 10 Januari 2016

Renungan Minggu Pagi ~ dari milis sebelah

Renungan Minggu Pagi ~ dari milis sebelah

Dari:
Pramono 'Pakde' Dewo
Kepada:
Anggota ALUMNI SDN 22 PAGI - SD 3 PAGI, PALMERAH, JAKARTA
jangan menunggu bahagia baru tersenyum.
tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia
jangan menunggu kaya baru bersedekah.
tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya
jangan menunggu termotivasi baru bergerak.
tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi
jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli,
tapi pedulilah dengan orang lain! maka kamu akan dipedulikan...
jangan menunggu orang memahami kamu baru kita memahami dia,
tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu
jangan menunggu terinspirasi baru menulis.
tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu
jangan menunggu proyek baru bekerja.
tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu

jangan menunggu dicintai baru mencintai.
tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai
jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang,
tapi hiduplah dengan tenang, Insya Allah bukan sekadar uang yang datang,
jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti.
tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti
jangan menunggu sukses baru bersyukur.
tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu
jangan menunggu bisa baru melakukan,
tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!
Para Pecundang selalu menunggu Bukti dan Para Pemenang Selalu Menjadi Bukti
Seribu kata mutiara akan dikalahkan Satu Aksi Nyata!
WAIT LESS !... DO MORE...!!

TIPS2 NAIK TAXI
(agar tidak terjadi hal2 yang tidak di inginkan- terutama bagi wanita).
1. Saat menyetop, periksa jumlah roda saat Anda nyetop taxi. Pastikan jumlahnya 4, kalau cuma 3 berarti Anda naik bajaj..!
2. Periksa juga jumlah kursinya, kalau jumlahnya banyak, berarti Anda naik Metromini...!
3. Sebutkan tujuan Anda dengan benar untuk menghindari supir taxi membawa Anda ke rumahnya. (Jangan seenak udelnya sendiri sebab belum tentu udel Anda enak...).
4. Jangan malu untuk bertanya karena malu bertanya sesat di jalan..... Tapi jangan terlalu banyak bertanya nanti malu-maluin, karena besar kemaluan susah berjalan....
5. Sama pak supir jangan terlalu galak nanti diusir, jangan pula terlalu baik nanti ditaksir....(sering terjadi)
6. Jika Anda sendirian duduklah di belakang supir, jangan duduk di pangkuan supir karena selain mengganggu pandangan ‘bagian lain’ si supir akan turut terganggu...(hmmmm)
7. Perhatikan selalu argometer. Pastikan tulisannya argometer, jangan sampe tulisannya argo bromo atau argo gede (karena kesalahan ini amat fatal dan membuat Anda makin jauh dari tujuan..!!).
8. Yakinkan diri Anda bahwa Anda sudah duduk di dalam taxi itu sebelum taxinya jalan.., karena kalau tidak, jangan-jangan Anda masih duduk di halte bus, dan belum terbawa oleh taxi itu...(sering terjadi)
9. Turunlah pada saat Taxi sudah berhenti, jangan lompat ke luar taxi selagi taxi itu berlari kencang. Itu akan sangat membahayakan orang lain...dan terutama membahayakan diri sendiri..
10. Jangan pernah tertidur di dalam perjalanan dengan taxi, untuk menghindari supir taxi menagih tarif taxi plus tarif sewa kamar…..
(Hehehe - just just for joking

Kalau saat ini kita mencari siapa pemenang lari marathon pada Olimpiade di Mexico tahun 1968 di Google maka kita akan sulit menemukannya.
Tetapi ada seseorang yang sangat dikenang dan menginspirasi banyak orang dalam event Olimpiade itu. Ia bukanlah seorang juara, malah ia memasuki garis finish paling akhir saat seluruh penonton sudah mau beranjak pulang.
Pelari ini setengah pincang berlari dengan susah payah memasuki stadium Olympic Mexico City yang telah mulai gelap. Akibat insiden tabrakan fatal dengan pelari lainnya pada awal perlombaan marathon. Panitia telah minta ia berhenti karena lukanya yang berceceran darah tapi ia menolaknya
Pelari ini bernama John Stephen Akhwari dari Tanzania.
Lalu setelah pertandingan ada seorang yang bertanya kepadanya “Mengapa Anda tidak berhenti ketika terluka pada awal pertandingan?”
Jawabnya
” Negara saya tidak mengirim saya 5,000 mil hanya untuk memulai pertandingan, mereka mengirim saya 5,000 mil untuk menyelesaikannya.”
Hingga saat ini Akhwari menjadi INSPIRASI banyak orang di dunia bukan karena ia memperoleh medali emas melainkan karena komitmennya yang tinggi untuk menyelesaikan pertandingan meskipun dalam keadaan cedera dan terluka.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita akan berhenti untuk mencapai IMPIAN hanya karena kita mengalami “sedikit cedera” ? Ataukah kita akan terus berjuang meskipun banyak tantangan dan fisik yang tidak mendukung untuk mencapai garis akhir?
So..? ...Keep Fighting !..always...PANTANG MENYERAH..!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERGABUNG BERSAMA BLOGGER DAN E-P MARKETING PALING TOP

@tokoarb - WEBSTA